Dampak Kasus Video Syur, Michael Yukinobu Keluhkan Hal Ini

 

 

Kasus video porno yang menyandung Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu De Fretes masih terus bergulir. Gisel dan Nobu telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus video syur tersebut pada 29 Desember 2020.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Gisel dan Nobu diharuskan menjalani wajib lapor setiap Senin dan Kamis di Polda Metro Jaya. Pasalnya, keduanya tidak ditahan dengan beberapa pertimbangan.

Nobu pun mengungkapkan dampak yang dirasakannya pasca video syur berdurasi 19 detik itu viral di media sosial hingga dirinya terjerat hukum. Seperti apa dampak yang mulai dirasakan Nobu akibat terjerat kasus video syur 19 detik? simak ulasannya berikut ini:

Menurutnya, tak sedikit pekerjaannya yang terganggu akibat dirinya berurusan dengan proses hukum saat ini. Alhasil, pekerjaannya itu harus terpaksa ditunda.

“Dampaknya ya, mungkin saya merasa waktu waktu pekerjaan saya mungkin lebih tertunda ya,” ujar Nobu di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

“Saya sebagai desain arsitektur mempunyai beberapa yang saya harus jalani, tapi saya harus tunda dulu untuk proses ini,” jelasnya.

Walaupun demikian, dirinya tetap akan menjalani proses hukum yang berlaku. Ia mengaku akan tetap kooperatif selama proses hukum masih berlangsung. “Menyikapi hal ini kalau jujur saya mengikuti saja proses hukum, kooperatif saja ya proses yang saya jalani,” tegas Nobu.

Sebagai informasi, Nobu dan Gisel telah ditetapkan sebagai tersangka atas video syur berdurasi 19 detik yang viral di media sosial. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Desember 2020 dan telah diperiksa sebagai tersangka pekan lalu.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, namun Gisel dan Nobu tak ditahan oleh pihak kepolisian. Ada dua pertimbangan yang dijadikan sebagai acuan penyidik utnuk tidak menahan Gisel dan Nobu.

Pertimbangan pertama, yakni Gisel dan Nobu dinilai tak berpotensi menghilangkan barang bukti maupun melarikan diri. Selain itu, keduanya juga dinilai kooperatif.

“Pertimbangannya adalah yang pertama di Pasal 21 ayat 1, memang bisa dilakukan penahanan bila dia menghilangkan barang bukti, melarikan diri, tak kooperatif. Berdasarkan pertimbangan penyidik, saudari GA dan saudara MYD kooperatif, selama dipanggil juga hadir. Sehingga diambil satu kesimpulan tak perlu dilakukan penahanan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Januari 2021.

Meski tak dilakukan penahanan, baik Gisel maupun Nobu, keduanya tetap diharuskan wajib lapor kepada penyidik.

“Kita terapkan wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Kasusnya juga tetap berlanjut dan tetap berproses, kita akan lengkapi semua berkas perkara yang ada,” terang Yusri.

Akibat perbuatannya, Gisel dikenakan Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Michael dijerat Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *